Legenda Persib (yang terlupakan) Edisi 7 : R.E Soehendar

R.E Soehendar "Si Banteng"

 

Legenda PERSIB era ’60an ini dijuluki “Si Banteng” oleh rekan-rekan setimnya, ini tak lain karena sangat susah menghentikan dia apabila sudah menggiring bola menusuk pertahanan lawan. Dengan kecepatan dan postur tinggi besar serta tendangan kaki kiri yang sangat keras maka tak heran dia menyandang julukan tersebut

R.E Soehendar itulah nama lengkapnya, bermain di sayap kiri Tim PERSIB Bandung. Bahu membahu bersama Juju (kiper), Ishak Udin, Iljas Hadade, Rukman, Fatah Hidayat, Sunarto, Thio Him Tjhaiang, Ade Dana, Hengki Timisela, Wowo Sunaryo, Nazar, Omo Suratmo, Pietje Timisela, Simon Hehanusa, Hermanus, dll. Berhasil membawa PERSIB Juara Kompetisi Perserikatan tahun 1961 dengan mengalahkan Persija dengan skor telak 3 – 0.

Pemain kelahiran Jakarta, 21 Maret 1938 ini pun dilirik oleh Tony Poganic untuk memperkuat Tim Nasional PSSI ikut merdeka Games Tahun 1962 bersama Guru Emen. Saat itu PSSI menjadi Juara. Selain bersama PSSI, R.E Soehendar pun membawa PERSIB mewakili Indonesia di ”Piala Aga Khan” di Pakistan tahun 1962

Ketika bertanding melawan Brazil

Keadaan ”Si Banteng” saat ini tidaklah seperkasa dulu lagi, pada bulan Juni 2010 beliau terserang stroke yang menyebabkan R.E Soehendarhanya terbaring lemas di rumahnya yang beralamat di Gg. Hanafiah No.205/203 Moh. Toha Bandung. Berat tubuhnya menurun drastis hampir 40 kg semenjak beliau terkena stroke.

"Si Banteng" tergolek Sakit

Ketika admin meyambangi & menengok R.E Sohendar, beliau hanya terbaring lemas di tempat tidurnya. Tapi masih terlihat bersemangat & tersenyum pada saat admin berbincang seputar PERSIB dengan ibu Mien istri dari R.E Soehendar. Di usia yang menginjak 73 ini beliau masih bisa mengingat beberapa photo dan apa cerita dibalik photo tersebut. Beliau juga menyayangkan apa yang terjadi pada PERSIB sekarang ini. Ketika profesionalisme sudah dijalankan, uang sudah melimpah tapi para pemain seperti tidak punya motivasi dan kurang kerja keras di lapangan. Kalau admin boleh mengutip perkataan dari salah seorang mantan pemain PERSIB: ”Pemaen PERSIB ayeuna mah maenna teu make hate…” 🙂. Menurut ibu Mien pemain PERSIB dahulu lebih mementingkan prestasi daripada hadiah, sampai-sampai mau bertanding walaupun hanya digaji dengan sekarung beras.

Selain berprestasi sebagai pemain, R.E Soehendar juga berjasa sebagai pelatih bersama Nandar iskandar & Ade Dana membawa PERSIB menjadi juara perserikatan tahun 1986 dan 1990.

Itulah profil dari Legenda PERSIB kali ini, mohon diralat apabila ada data-data yang kurang ataupun salah, karena admin mendapatkan data ini dari hasil interview dengan R.E Soehendar & Ibu Mien Turmilah istri dari beliau, silahkan apabila rekan-rekan (bobotoh, pengurus, Pemain PERSIB) ada yang ingin bertemu & menengok beliau… ***

Update News :

R.E Soehendar “Si Banteng” Wafat pada tanggal 20 Nopember 2010 Jam 16.00 Wib, tiga hari setelah admin mengunjungi rumah beliau…

Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan YME, amin … 🙁

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...